Fotografi adalah seni atau suatu proses penghasilan
gambar dan cahaya yang dipantulkan oleh objek masuk ke lensa kemudian
diteruskan ke bidang film, sehingga menghasilkan gambar.
Mengenal Kamera dan bagian-bagiannya
Ada beberapa jenis kamera
seperti:
1.View finder kamera
2.View kamera
3.Twin lens camera (Box)
4.S.L / Single Lens
Refflex
5.Instamatic camera
6.Palaraid kamera
7.Kamera digital
Bagian-bagian kamera
Lensa
Menurut macamnya dikenal lensa normal
sudut lebar, lensa dan lensa tele. Lensa normal adalah lensa yang sudut
pandangnya serupa mata kita. Jarak antara lensa dengan film normal (50 mm).
Sudut lebar adalah lensa yang panjang fokalnya lebih kecil dari normal. Dan
lensa tele adalah lensa yang panjang fokalnya lebih besar dari normal.
Gabungan dari ke tiga lensa disebut
lensa zoom (zoom lens).
Selain itu masih ada lensa tambahan
seperti lensa makro, lensa C.U dan lain-lain
Diafragma
Diafragma adalah sejumlah
lempengan-lempengan baja yang dapat diatur, sehingga lubang menjadi besar atau
kecil. Bilangan diafragma disebut stop biasanya disingkat F.
contohnya : F4 ,F5, F8 dan
seterusnya.
Diafragma bisa diatur dengan merubah
angka skala diafragmanya yang terdapat pada gelang yang melingkar pada lensa
dengan angka-angka 1,4. 2,8 . 4,5 . 6,8. 1,1. 16.
Kecepatan /rana /shutter speed.
Rana adalah sejenis tirai yang dapat
dibuka selama waktu tertentu, misalnya 1/60 detik
Fungsi rana atau kecepatan adalah
sebagai alat pembuka dan penutup masuknya cahaya kebidang film serta untuk
melindungi film dari cahaya.
Rana pada kamera ada dua macam
menurut gerakannya: Rana pusat dan Rana celah.
Biasanya angka kecepatan pada kamera
tertulis T.B, 1.2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250, 500, 700, 1000, dan sebagainya.
Angka-angka 1.2, 4, 8,15 menunjukkan
lamanya waktu membuka kecepatan 1 detik, 1/4 detik, 1/8 detik, 1/15 detik dan
seterusnya.
T: time, bila tombol kecepatan
ditekan akan membuka dan kalau ditekan lagi akan menutup.
B: Blub, bila tombol kecepatan
ditekan akan membuka dan jika dilepas akan menutup.
T dan B : dipergunakan untuk
pencahayaan lebih dari 1 detik.
Fokus (Pengatur Jarak)
Fokus adalah pengaturan lensa yang
tepat untuk jarak tertentu.
Untuk menajamkan gambar pada bidang
film kita perlu mengatur jarak atau focus pada kamera dengan cara memutarnya
lalu melihatnya pada jendela bidik.
Untuk memfocuskan gambar pada kamera
ada beberapa macam: kaca buram, gambar geser, gambar rangka, micro prisma.
Skala
tajam (ruang tajam)
Ada tiga faktor yang menentukan ruang
tajam yaitu:
Lensa, masing-masing lensa
menghasilkan ruang tajam yang berbeda.
Jarak pemotretan, makin jauh objek
yang kita fokuskan, makin luas ruang tajamnya.
Diafragma, makin kecil lubang
diafragma, makin luas ruang tajamnya. Makin besar lubang diafragma, ruang
tajamnya semakin sempit.
Film
Film yang dijual dipasaran ada dua
macam yaitu: film negatif dan film positif.
Film negatif terbagi dua: film negatif B/W dan negatif color dan film
positif pun terbagi dua B/W dan color.
Masing-masing pabrik mengeluarkan standar kepekaan film umpamanya ASA
Amerika , JIS jepang dan DIN Jerman.
Film yang ber ASA tinggi berbutir kasar dan film yag ber ASA rendah
berbutir halus.
Hal-hal yang penting diperhatikan waktu membeli film baik film negatif atau
positif yaitu pada masa kadaluarsa film, bahan prosessing, tempat menjual film
kena terik matahari atau terlindung.
Setting Kamera Untuk Melakukan Pemotretan
Siapkan Kamera yang akan dipergunakan
Bersihkan body kamera dari debu menggunakan brower atau kain planel.
Bersihkan lensa kamera dengan lens cleaner (pembersih lensa).
Pasang lensa ke body kamera. Perhatikan titik yang ada di lensa dan yang
dibody kamera harus saling ketemu kemudian putarlah lensa berlawanan arah
jarum jam sampai tertedangar bunyi klik.
Pasang batu baterei kamera.
Pasang pegangan lensa seperti filter dan sun cup
Mengisi film
Cabutlah engkol kombinasi penggulung film ke atas sampai punggung kamera
terbuka secara otomatis.
Masukkan film ke dalam kamera jepit film dengan baik dan forforator film
harus masuk di gigi pembawa film.
Film yang mengandung emulsi menghadap ke lensa kamera.
Kemudian tutup punggung kamera dan tekan sampai terdengar klik.
Untuk mengetes apakah film sudah terpasang baik atau tidak, kokanglah
kamera apa bila engkol penggulung film berputar ke arah yang berlawanan dengan
arah panah penggulung film, berarti film sudah terpasang dengan benar.
Menyetel kecepatan ASA film dan kecepatan rana
Pastikan ASA yang digunakan dan sesuaikan kecepatan rana dengan kemampuan
anda.
Hindari menggunakan kecepatan rendah, karena gambar akan kabur bila anda
memotretnya kurang mampu, gunakan kaki tiga bila anda terpaksa menggunakan
kecepatan rendah.
Peganglah kamera dengan tangan kiri,
posisi kaki kuda-kuda dan mata mengintip di jendela pengamat.
Memfokuskan lensa,
Intiplah kedalam lubang pengamat dan arahkan kamera, sehingga objek utama
tampak ditengah
lingkaran kecil poros mikroprisma.
Cara memfokus gambar patah (split image),
Putarlah gelang fokus sampai bagian atas dan bawah dari split image dalam
lingkaran poros mikroprisma bertemu membentuk objek yang utuh.
Cara fokus mikroprisma
Putarlah gelang fokus sampai objek dalam lingkaran poros mikroprisma
tampak terang.
Kalau anda kesulitan dengan cara diatas waktu memfokuskan, gunakannlah
seluruh bidang kaca sekeliling lingkaran poros mikroprisma, cara ini biasa
digunakan pada pemotretan malam hari.
Atur komposisi sesuai dengan storyboard (rancangan gambar).
LS: long shoot, FS: fokus shoot, MS: medium shoot, CU:clouse up
Membuat tulisan dengan latar belakang
pemandangan
·
Dengan cara mounting
Tulisan langsung dibuat diatas kertas
foto atau gambar lain sesuai selera anda.
Membuat tulisan diatas plastik
transparan lalu ditumpuk dengan gambar yang anda inginkan.
Lakukanlah pemotretan menggunakan
lensa CU atau Macro lens.
·
Multi Expose
Membuat tulisan dulu diatas kertas
hitam pekat usahakan tulisan warnanya kontras.
Lakukan pengambilan gambar tulisan
tadi dengan diafragma kamera naik 2 stop dari posisi pencahayaan normal.
Tekan tombol perewin film untuk
kamera yang tidak dilengkapi dengan multi expose. Kemudian kamera dikokang
kembali.
Lakukan pengambilan gambar diluar
sesuai dengan selera anda dengan pencahayaan naik ½ stop dari pencahayaan
normal.
·
Super Infus
Membuat tulisan dahulu diatas kertas
putih tulisan hitam.
Potret tulisan tersebut menggunakan
film artho/high contras for slide title dan proses film tersebut. Maka akan
diperoleh tulisa negatif hitam putih, kemudian klise negatif tersebut di kontek
ke film artho dan proses maka akan diperoleh klise positif hitam putih.
Siapkan slide color yang akan
dijadikan background.
Sekarang tumpuklah ketiga film
tersebut dengan urutan sebagai berikut:
1.Film negatif high contras /ortho
2.Film positif high contras / ortho
3.Film slide color untuk backgroundnya
Lakukan pemotretan film no.2 dan no.3
di atas kotak lampu dan lampunya dalam posisi menyala.
Tekan multi expose kamera kemudian
kamera dikokang kembali.
Cabut film no.2 dan no.3 dan lakukan
pemotretan ke film no.1.
Kalau ingin tulisannya berwarna
pasanglah filter warna di depan lensa kamera anda.
Prinsip-prinsip Komposisi Fotografi
Komposisi adalah cara mengatur/menyusun
bagian-bagian dari gambar (misalnya garis-garis, bentuk, ruang bebas, bayangan,
warna, tekstur, dan lain-lain) agar gambar lebih menarik dan mudah dimengerti.
Beberapa prinsip biasa digunakan untuk meningkatkan efektifitas gambar.
“Perlihatkan apa yang ingin Anda perlihatkan”, merupakan salah satu prinsip
yang baik.
1.Subjek
Tampilkan suatu subjek utama dalam sebuah gambar. Kesampingkan bagian-bagian lain dan pisahkan hal-hal yang tidak perlu ada dalam foto.
2.Penempatan subjek utama
a.Bayangkanlah Anda sedang membagi gambar dengan garis bayangan mendatar dan tegak lurus menjadi 3 bagian yang sama besar. Titik temu dari garis-garis tersebut adalah tempat dimana Anda dapat meletakan subjek utama dan elemen-elemen pelengkap.
b.Jika menggunakan garis mendatar sebagai subjek utama, misalnya garis batas (cakrawala) antara udara dan lahan pertanian, aturlah agar bagian yang satu lebih besar dari bagian lainnya.
c.Posisi subjek tidak harus selalu berada di tengah-tengah agar komposisi nampak lebih menarik. Dan hindari penempatan subjek pada posisi yang gelap.
3.Titik pandang
Pilihlah posisi kamera yang paling tepat saat mengambil gambar, sehingga hal-hal yang ingin Anda perlihatkan menjadi lebih jelas.
4.Sediakan lebih banyak ruang untuk garis pandang dan garis gerak.
Beri ruang di depan subjek untuk mengesankan subjek Anda sedang bergerak atau melihat sesuatu.
5.Batas antar bagian gambar sebaiknya digunakan untuk mempertegas hal apa yang ingin Anda komunikasikan.
Namun, perhatikan dengan seksama agar objek yang ditonjolkan tersebut tidak membingungkan atau merusak komposisi.
6.Cahaya dan bayangan.
Gunakan pencahayaan yang menyebar agar gambar nampak jelas dan usahakan agar subjek anda menghadap sumber cahaya.
7.Lakukan pengambilan gambar secara bervariasi agar gambar lebih menarik.
Gunakan jarak yang berbeda antara kamera dan subjek dalam setiap pengambilan. Berapa jarak subjek yang sebaiknya tampak dalam gambar ?
Beberapa pengetahuan dasar photography dengan menggunakan camera DSLR. Memfoto dengan camera DSLR tidaklah jauh beda dengan menfoto dengan camera compact/ point and shoot camera. Ibarat mobil yang memiliki transmission automatic, compact camera / point and shoot memilikki setting cahaya yang sudah diatur otomatis. Sedangkan camera DSLR memilikki setting cahaya dan lainnya yang bisa kita atur secara manual maupun otomatis.
Kalau sudah ada yang auto, kenapa harus pusing dengan setting secara manual?
Tampilkan suatu subjek utama dalam sebuah gambar. Kesampingkan bagian-bagian lain dan pisahkan hal-hal yang tidak perlu ada dalam foto.
2.Penempatan subjek utama
a.Bayangkanlah Anda sedang membagi gambar dengan garis bayangan mendatar dan tegak lurus menjadi 3 bagian yang sama besar. Titik temu dari garis-garis tersebut adalah tempat dimana Anda dapat meletakan subjek utama dan elemen-elemen pelengkap.
b.Jika menggunakan garis mendatar sebagai subjek utama, misalnya garis batas (cakrawala) antara udara dan lahan pertanian, aturlah agar bagian yang satu lebih besar dari bagian lainnya.
c.Posisi subjek tidak harus selalu berada di tengah-tengah agar komposisi nampak lebih menarik. Dan hindari penempatan subjek pada posisi yang gelap.
3.Titik pandang
Pilihlah posisi kamera yang paling tepat saat mengambil gambar, sehingga hal-hal yang ingin Anda perlihatkan menjadi lebih jelas.
4.Sediakan lebih banyak ruang untuk garis pandang dan garis gerak.
Beri ruang di depan subjek untuk mengesankan subjek Anda sedang bergerak atau melihat sesuatu.
5.Batas antar bagian gambar sebaiknya digunakan untuk mempertegas hal apa yang ingin Anda komunikasikan.
Namun, perhatikan dengan seksama agar objek yang ditonjolkan tersebut tidak membingungkan atau merusak komposisi.
6.Cahaya dan bayangan.
Gunakan pencahayaan yang menyebar agar gambar nampak jelas dan usahakan agar subjek anda menghadap sumber cahaya.
7.Lakukan pengambilan gambar secara bervariasi agar gambar lebih menarik.
Gunakan jarak yang berbeda antara kamera dan subjek dalam setiap pengambilan. Berapa jarak subjek yang sebaiknya tampak dalam gambar ?
Beberapa pengetahuan dasar photography dengan menggunakan camera DSLR. Memfoto dengan camera DSLR tidaklah jauh beda dengan menfoto dengan camera compact/ point and shoot camera. Ibarat mobil yang memiliki transmission automatic, compact camera / point and shoot memilikki setting cahaya yang sudah diatur otomatis. Sedangkan camera DSLR memilikki setting cahaya dan lainnya yang bisa kita atur secara manual maupun otomatis.
Kalau sudah ada yang auto, kenapa harus pusing dengan setting secara manual?
Kalau anda mengharapkan foto yang
anda jepret itu jelas, warnanya bagus, pixelnya tinggi, ya, fungsi auto sudah
cukup kok,, kenapa pusing2… Tetapi kalau anda pengen memberikan sentuhan yang
berbeda, membuat foto kita kelihatan beda dari yang lain, membuat foto menjadi
sesuatu tidak bisa terlihat dengan mata manusia, maka anda harus melakukan
setting secara manual,
Pernah complain dengan foto yang anda
ambil itu blur(tidak jelas)? Warnanya tidak memuaskan? Lightingnya kelihatan
aneh? Ada beberapa situasi, fungsi automation setting tidak bisa memberikan
hasil yang terbaik, kalau anda menguasi teknik mengatur sendiri pengcahayaan,
well, problem solved..
Three Main Gateway
Kalau kita belajar matematika, kita
akan memulai dengan 4 dasar yaitu, +,-,x,/, di photography, kita memulai dengan
3 dasar mengatur cahaya yang masuk ke sensor ataupun lebih dikenal dengan three
gateway of light, three methodology, dll. Ketiga hal itu adalah Shutter Speed,
Aperture, dan ISO Speed (Sensitivitas Sensor terhadap cahaya)
Shutter Speed adalah kecepatan
tirai penutup sensor. Semakin lambat tirainya bergerak, semakin banyak cahaya
yang masuk ke sensor,. Shutter speed yang tinggi bisa menangkap object yang
bergerak cepat dengan jelas, misalnya mobil yang bergerak, sedangkan shutter
speed yang lambat, bisa merekam gambar dengan lambat, sedangkan benda yang
bergerak bisa kelihatan motion-nya . Untuk pemahaman cahaya yang masuk melewati
kecepatan shutter, kita bisa memakai analogi jendela dan pintu jendela. Ketika
kita menekan tombol shutter, pintu jendela ini akan membuka, dan menutup
kembali. Ketika pintu jendelanya dibuka secara lambat, cahaya yang masuk
melewati kedalam ruangan semakin banyak daripada pintu yang dibuka dengan
kecepatan tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar